Categories
Main

Separator BAUER Ubah Limbah Jadi Berkah

Isu lingkungan memang jadi perhatian perusahaan penggemukan sapi (feedlot), khususnya air. Salah satu perusahaan feedlot di Lampung, menghabiskan sekitar 600 m3/hari hanya untuk membersihkan kandang sapi. Karena itu, perlu solusi tepat untuk mengefisienkan penggunaan air.

Made Setiawan, Independent Consultant PT Santosa Agrindo (Santori) mengatakan, butuh dana sekitar Rp2 miliar untuk mengelola manure secara manual di perusahaan feedlot. “Secara umum, pengelolaan dengan dana Rp2 miliar sangat tidak efisien,” komentarnya. Menurut Made, pemisahan manure menjadi cairan dan padatan merupakan salah satu solusi. Fase cair hasil pemisahan bisa digunakan lagi untuk mencuci kandang.

Limbah jadi Berkah

Separator BAUER S 855 pertama kali beroperasi di sebuah feedlot berlokasi di Lampung sejak lima tahun lalu. Menurut Je Remi, Head of Department Compos Great Giant Food, selama lima tahun beroperasi mesin tersebut masih berjalan mulus. “Tidak ada keluhan apa-apa. Tidak ada yang harus diganti. Masih berfungsi dengan sangat baik,” katanya.

Feedlot tersebut memiliki lima unit sistem yang memproduksi padatan/ bahan baku kompos kurang lebih 350 ton/hari. Namun, kebutuhan internal untuk produksi kompos sebanyak 500 ton/hari. “Nah kekurangannya itu kita beli dari petani. Kita juga kontrak pembelian bahan baku kompos dengan salah satu feedlot besar di Lampung sampai bulan Juni,” Jelas Remi. Ia melanjutkan, rata-rata perusahaannya menyerap 2 ton/bulan bahan baku dari peternakan tersebut dengan harga Rp225/kg.

Perusahaan yang memproduksi buah-buahan tropis itu membutuhkan kompos dalam jumlah besar untuk rehabilitasi tanah kebunnya. Untuk kebun nenas saja, perusahaan membutuhkan 59 ton/ha kompos dengan total area kebun seluas 32 ribu ha. Belum lagi untuk kebun pisang seluas 4.000 ha, kebun buah naga, jambu kristal, dan lainnya.

Separator BAUER S 855

BAUER Group yang berpengalaman sejak 1930 memproduksi mesin pengolahan limbah, menawarkan solusi praktis untuk menjawab kebutuhan feedlot. “Kami punya teknologi pemisahan khusus slurry. Mesin kami ada yang berkapasitas besar, kecil, bahkan ada yang bisa dipindah-pindahkan,” terang Mona Taruna, Country Manager Indonesia & Malaysia BAUER Group.

Secara umum, semua bagian mesin terbuat dari stainless steel sehingga kualitas mesin terjamin dari cemaran manure yang bersifat korosif. Separator BAUER S 855 ini dilengkapi gearmotor yang terhubung dengan block 5,5 KW, 400 V/50 Hz. Dengan model HD bermotor 7,5 KW, padatan yang dihasilkan lebih kering.

Seperangkat mesin pun bisa ditambahkan perangkat tambahan seperti sensor untuk mengontrol keamanan alat saat beroperasi. Di samping itu, spesifikasi mesin bisa dibuat sesuai pesanan dan kebutuhan pelanggan.

Keuntungan penggunaan mesin ini antara lain menghasilkan kekeringan padatan sebesar 36%, hemat lahan, dan mengonsumsi sedikit energi sehingga biaya operasionalnya yang murah. Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Ilmu Tanah, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, terhadap manure Santori yang telah diproses, padatan mengandung 1,21% N, 0,30% P2O5, 0,72% K2O, dan 48,17% C. Sedangkan olahan limbah cairnya mengandung 854,06 mg/L N, 44,25 mg/L P2O5, dan 1.082,01 mg/L K2O.